Cari Blog Ini


Mari Berkembang, Mari Menulis

Setiap orang tentunya punya keinginan untuk mengembangkan diri menjadi pribadi yang lebih baik setiap saat. Dengan menulis, orang akan menemukan berbagai hal positif yang dapat membuat dirinya berkembang dan mampu menggapai cita-cita yang ingin digapai olehnya. Mari Berkembang, Mari Menulis, Kawan ... !!!

Tentang Penulis

Foto saya
siapa mau berusaha pasti ada jalan nya
Powered By Blogger

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.

Lomba Cerita Inspirasi (Bangun Inspirasi.com), Deadline: 26 Mei 2012 sebelum jam 24.00

Written By Menulis untuk Kehidupan on Selasa, 10 April 2012 | Selasa, April 10, 2012




Deadline: 26 Mei 2012 sebelum jam 24.00

Banguninspirasi.com merupakan situs yang menyuguhkan tulisan – tulisan inspiratif. Kali ini Bangun Inspirasi mengundang anda untuk ikut serta dalam lomba yang kami adakan. Lomba tersebut merupakan lomba Cerita Inspiratif adapun ketentuannya sebagai berikut :

> Ketentuan Peserta :
  • Sebaiknya peserta juga mengikutiwww.banguninspirasi.com Karena informasi mengenai lomba ini akan diumumkan disitu.
  • Copy paste info lomba ini letakkan di bawah promosi sinopsis cerita inspiratif anda di note facebook dan tag sebanyak - banyaknya (minimal 20 orang)
> Ketentuan lomba :
  • Naskah belum pernah dipublikasikan atau diikut sertakan dalam lomba.
  • Panjang naskah 3-8 halaman.
  • Jenis tulisan times new roman 12, Diketik pada kertas A4.
  • Naskah dikirim melalui email kemaujadisuper@yahoo.com dengan melampirkan attacment berupa karya dan biodata penulis. Format Judul email (Lomba Cerita Inspirasi_Nama penulis_Judul)
  • Promosikan tulisan anda dan melampirkan info lomba ini di note facebook berupa sinopsis cerita anda dan di bawahnya info lomba ini. Lalu tag ke sebanyak – banyaknya supaya mendapat banyak dukungan. Banyaknya jempol yang mendukung mempengaruhi penilaian. Link note tersebut dikirimkan di Group Forum Building inspiration
  • Naskah dikirim selambat – lambatnya pada tanggal 26 Mei 2012 sebelum jam 24.00.
  • Pengumuman pemenang pada tanggal 24 Juni 2012.
> Hadiah :
  • Juara I : Uang tunai Rp. 150.000,- + buku Ada Makna di Balik Cerita + Buku 8 Langkah ajaib menuju ke langit + audiobook & ebook
  • Juara 2 : Uang tunai Rp. 75.000,- + buku Ada Makna Di Balik Cerita + Buku 8 Langkah Ajaib Menuju Ke Langit +audiobook & ebook
  • Juara 3 : Buku ada makna di Balik Cerita +audiobook & ebook
> Kriteria Penilaian :
  • Besarnya nilai tergantung berdasarkan seberapa inspiratif cerita tersebut.
  • Banyaknya dukungan juga mempengaruhi penilaian.
  • Keputusan pemenang tidak bisa diganggu gugat
> Ketentuan lain :
  • 25 Naskah terbaik akan dibukukan.
  • Ketentuan lain akan dibicarakan selanjutnya.


Rival Ardiles
(penulis buku Ada Makna di Balik Cerita & Founder Banguninspirasi.com)

Selasa, April 10, 2012 | 0 komentar | Read More

MENGENALI PEMBACA

Written By Menulis untuk Kehidupan on Sabtu, 07 April 2012 | Sabtu, April 07, 2012

MENGENALI PEMBACA

Jika Anda ingin pembaca Anda merasakan apa yang Anda rasakan, atau memercayai apa yang Anda percayai, Anda harus menjalin sebuah hubungan dengan mereka. Untuk mengembangkan hubungan semacam itu, cari tahulah kesamaan yang Anda dan pembaca Anda miliki: asumsi, sudut pandang, pengalaman, pengetahuan, dan latar belakang. Anda kemudian dapat menggunakan kesamaan itu sebagai jembatan menuju pengalaman atau pemikiran yang tidak Anda ungkapkan.
Saat Anda memikirkan karakteristik pembaca Anda, coba uji apakah Anda dapat mengelompokkan pembaca menurut seberapa banyak yang mereka tahu tentang subjek tulisan Anda dan kemungkinan reaksi yang muncul terhadap tulisan Anda.
1.    Pembaca Umum
Penulisan yang ditujukan untuk pembaca umum tidak menanggung tingkat pengetahuan khusus tentang subjek atau pokok penulisan. Pembaca ini mungkin bekerja dengan spesialisasi tinggi dan memiliki sejumlah minat tertentu, namun saat pembaca seperti ini menyimak majalah dengan beragam rubrik, seperti Ebony, Newsweek, People, Psychology Today, Sports Illustrated, atau National Geographic, mereka berharap menemukan artikel yang ditulis dalam bahasa standar nonteknis yang dapat dengan mudah dipahami, dengan definisi dan penjelasan yang disediakan untuk istilah-istilah tidak umum. Mereka seperti Anda; mereka ingin mendapat informasi tanpa harus menguasai bidang tertentu.
2.    Pembaca dengan Spesialisasi
Penulis dapat mengambil keuntungan dari minat pembaca pada spesialisasinya serta tingkat pengetahuan tertentu mengenai hal tersebut. Pembaca seperti ini dapat memahami informasi, gagasan, dan bahasa khusus, atau jargon, yang tidak akan cocok ditujukan pada pembaca umum. Kini, banyak majalah yang diterbitkan untuk pembaca yang memiliki minat pada suatu bidang khusus tertentu, antara lain Antique Monthly, Chemical and Engineering News, The Chronicle of Higher Education, Model Railroder, Industrial Marketing, Journal of American History, dan Indiana Farmer.
3.    Pembaca Pemula dan Ahli
Salah satu tugas Anda sebagai penulis adalah memperkirakan tingkat keahlian pembaca Anda. Bahkan di antara pembaca yang memiliki spesialisasi, mungkin terdapat tingkat keahlian yang benar-benar berbeda. Seorang pembaca sebuah esai mengenai komputer mungkin baru saja membeli sebuah komputer; yang lain mungkin sudah memiliki komputer selama bertahun-tahun. Biasanya, lebih sulit untuk menulis bagi semua tingkat pembaca karena Anda harus mendefinisikan lebih banyak istilah dan menyertakan lebih banyak penjelasan daripada yang pembaca ahli butuhkan. Ketika merencanakan tulisan, cobalah untuk menentukan seberapa luas dan dalam pengetahuan yang dimiliki oleh pembaca mengenai subjek tulisan Anda.
4.    Pembaca yang Yakin, Netral, dan Skeptis
Jika pembaca Anda sepertinya memahami pemikiran Anda, penulisan yang Anda lakukan akan lebih mudah daripada jika pembaca Anda butuh diyakinkan. Menemukan kesamaan antara Anda dan pembaca Anda bisa membantu meredakan perbedaan pemikiran dan mendasari sebuah kesamaan pendapat. Tentu saja, bahkan seorang pembaca yang sepertinya tertarik dengan topik Anda dan setuju dengan apa yang harus Anda katakan tentang topik itu, pantas menerima informasi dan keterampilan menulis Anda yang paling baik. Namun, seorang pembaca skeptis menuntut pemikiran dan penulisan saksama tertentu. Anda akan, misalnya, harus memberikan pembaca skeptis lebih banyak bukti untuk mendukung pemikiran Anda daripada yang dibutuhkan para pembaca yang tak skeptis.

Sabtu, April 07, 2012 | 0 komentar | Read More

LOWONGAN MENJADI PENULIS LEPAS (FREELANCE WRITER)


Jadilah penulis di sini dan dapatkan Rp 20.000 atau $2 dan link permanen ke website penulis di setiap postingan yang dibuat oleh penulis. Setiap harinya kami akan memilih satu artikel yang paling baik dan layak untuk ditampilkan di sini. Lowongan kerja ini diperuntukkan bagi semuanya tanpa memandang bulu, sangat cocok dijadikan sebagai pekerjaan part time. Kerja bisa disesuaikan dengan waktu yang dimiliki.
Di sini, link permanen itu mungkin malah lebih berharga daripada uang 20 ribu.  Untuk halaman ber PR 2 saja, sebuah text link biasa dihargai $1-$3 per bulan. Kemungkinan untuk halaman yang ditulis oleh si penulis menjadi ber-PR tinggi sangatlah besar, karena saat ini website ini memiliki 300.000-an yahoo backlink, dan juga memiliki 1200-an google backlink. Ditambah lagi Google Index yang sedikit yaitu hanya pada halaman index dan halaman post/page individu tidak di halaman archive, categories, tag, dll sehingga tentunya akan membuat PR di halaman individu bisa lebih terangkat.
Cara-cara menjadi Penulis Lepas/Freelance di sini:
1.    Silahkan mendaftar di sini, sehingga kamu akan menjadi seorang subscriber.
2.    Hubungi kami lewat YM (itoxte) atau gTalk (itx.web.id) atau meninggalkan komen di sini yang menyebutkan bahwa kamu ingin jadi penulis (dengan menyebutkan username-mu di sini).
3.    Kamu akan kami angkat menjadi author.
4.    Setelah diangkat menjadi author, silahkan menulis artikel yang bermutu mengenai WordPress atau PHP di sini.
Ketentuan:
1.    Silahkan menulis dalam bahasa Indonesia terlebih dahulu,  jika kami telah menerbitkannya silahkan penulis untuk menterjemahkannya dalam bahasa Inggris .
2.    Kami akan memilih tulisan yang terbaik, layak dan memenuhi syarat untuk dimuat setiap harinya. Syarat bisa dibaca di bawah.
3.    Tulisan yang kami muat akan langsung kami beri imbalan sedapat mungkin hari itu juga setelah kami yakin bahwa artikel tersebut lolos Copyscape.
4.    Setiap tulisan akan dibayar Rp 10.000 untuk tulisan Bahasa Indonesia dan Rp 10.000 untuk terjemahannya.
5.    Jika artikel bahasa Indonesia tidak lolos copyscape, kami akan memberi waktu kepada penulis 2 x 24 jam setelah dipublish untuk memperbaiki tulisannya. Jika waktu 2 x 24 jam telah berlalu dan tetap belum lolos copyscape maka tulisan akan kami masukkan trash dan penulis tidak akan mendapat pembayaran.
6.    Setelah tulisan dalam bahasa Indonesia dipublish dan lolos copyscape, maka Penulis dipersilahkan menterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan lolos copyscape dalam waktu 4 x 24 jam sejak tulisan bahasa Indonesia dipublish.
7.    Jika waktu 4 x 24 jam tulisan bahasa Inggris belum ada atau belum lolos copyscape, maka penulis tidak berhak atas pembayaran Rp. 10.000, tapi penulis masih berhak mendapatkan link permanen.
8.    Penulis tidak boleh menterjemahkan tulisan dari penulis lain, terjemahan dalam bahasa Inggris menjadi hak eksklusif bagi si penulis dalam Bahasa Indonesia.
9.    Pembayaran dilakukan melalui Bank Mandiri dan Bank BCA saja untuk rupiah, sedangkan untuk dolar kami kirim melalui PayPal dengan rate tetap 10000 IDR = 1 USD.
10. Tulisan yang sudah disimpan di sini dan tidak/belum dimuat tidak akan kami terbitkan dalam bentuk lain dan tulisan tersebut sepenuhnya menjadi hak cipta Penulis.
11. Tulisan yang sudah dimuat menjadi hak eksklusif kami untuk memuatnya, dan penulis tidak mempunyai hak untuk menerbitkannya di lain tempat tanpa seijin kami. Hak cipta tetap ada pada penulis.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari diagram alir berikut:
http://itx.web.id/uploads/2010/08/flowchart-lowongan.jpg
Syarat tulisan yang dipublish:
1.    Harus Berbahasa Indonesia, jika telah dimuat sebisa mungkin diterjemahkan dalam Bahasa Inggris.
2.    Menggunakan tata bahasa yang baik dan benar terutama untuk Bahasa Inggris.
3.    Isi berhubungan dengan WordPress atau PHP dan diutamakan berupa tutorial atau tips dan trik bisa juga berupa info yang menarik.
4.    Artikel harus selesai dalam satu tulisan. Tidak boleh bersambung atau dibagi dalam bagian-bagian.
5.    Panjang tulisan minimal 250 kata untuk masing-masing bahasa.
6.    Merupakan artikel otentik, bukan copy paste, dibuktikan dengan lolos Copyscape. Penulis harus memperbaiki tulisan jika memang tidak lolos Copyscape, jika tidak kami tak akan melakukan pembayaran.
7.    Menyertakan paling tidak satu gambar dengan ukuran lebar minimal 300px dan tinggi minimal 200px pada setiap tulisan. Gambar tersebut harus diunggah di sini, bukan merupakan comotan dari website lain.
Ketentuan tambahan:
Penulis harus mengeset website pada Contact info (wp-admin > Users > Your Profile) agar link permanen dapat muncul di halaman posting. Silahkan juga menambahkan Biographical Info dengan panjang maksimal 200 karakter.
Silahkan menulis sebanyak-banyaknya dan sebaik mungkin agar tulisanmu punya kesempatan lebih untuk tertampil di sini…. jika tak bisa tertampil di bulan Februari masih ada kesempatan di bulan Maret, April, dst :-D


Sabtu, April 07, 2012 | 10 komentar | Read More

Lomba Menulis Cerpen di Penerbit SahabatKata tema “Cinta Pertama”, Paling lambat tanggal 5 Mei 2012



Paling lambat tanggal 5 Mei 2012

Bagi kamu yang suka menulis Cerpen, kali ini sahabat kata mengadakan lomba cerpen perdana dengan tema “Cinta Pertama”



Syarat Peserta:

    Peserta tidak ada batasan usia, jenis kelamin, dll
    menjadi likers fanspage facebook sahabatkata: http://www.facebook.com/pages/Sahabat-Kata/351289381583247
    Dan teman Penerbit SahabatKata di Facebook : www.facebook.com/sahabatkata
    Mentag ke 25 orang teman di Facebook termasuk Penerbit SahabatKata salah satunya Informasi Lomba Ini



Syarat Cerpen

Tema cerpen “Cinta Pertama”

File Berbentuk doc.

Diketik dalam Microsoft Word 97/03/07/10

Sepasi 1,5

Font : Calibri

Ukuran Font :

‘ Judul   = 14 pt ‘

‘ Isi  = 12 pt

Margin (3,3,4,4)

Tidak mengandung unsur SARA & Pornografi

Panjang Cerpen Min 4 Hal Makismal 8 Hal

Peserta hanya boleh mengirimkan satu judul saja

Sertakan Biodata



          Lain-Lain

    Kirim Cerpen, Biodata, dan Foto anda melalui : sahabatkata@ymail.com , dalam attachment ( bukan di body e-mail ) dengan Subject Pesan  : Lomba(spasi)Nama(Spasi)Judul Cerpen
    Keputusan Juri Tidak dapat diganggu Gugat.
    Hak Cipta atas karya tetap dimiliki para Penulis dan untuk Penerbit SahabatKata wajib Menyantumkan Nama Kalian di dalam Buku
    Kiriman Cerpen ditunggu Paling lambat tanggal 5 Mei 2012.
    Tidak Dipungut Biaya( Gratis )



25 Karya Terbaik akan Mendapatkan



    Juara 1 :  Voucher Paket Penerbitan di SahabatKata senilai 250 ribu + Buku Terbit + T-shirt +Kartu Diskon Buku terbitan sahabatkata
    Juara 2 :  Voucher Penerbitan di SahabatKata senilai 200 ribu + Buku Terbit + T-shirt +Kartu Diskon buku penerbitan sahabatkata
    Juara 3 :  Voucher Paket Penerbitan Percaya diri di Sahabat Kata Senilai  150 ribu + Buku Terbit + T-Shirt + Kartu Diskon buku penerbitan sahabatkata



Dan 20 Karya terbaik mendapatkan Voucher Rp. 100 ribu paket penerbitan di Sahabat Kata



25 Cerpen Pemenang akan di Bukukan di SahabatKata



LOMBA DIUMUMKAN TANGGAL 10 MEI 2012 Pukul 13.00 wib



Peserta akan di Update di website resmi Penerbit sahabatkata : www.sahabatkata.tk



Selamat Berkarya Selamat Berlomba



Terimakasih




Salam


Sahabat Kata

Sabtu, April 07, 2012 | 0 komentar | Read More

Dasar-Dasar Penulisan Cerita Anak-Anak

Written By Menulis untuk Kehidupan on Kamis, 05 April 2012 | Kamis, April 05, 2012

Dasar-Dasar Penulisan Cerita Anak-Anak

Oleh: Korrie Layun Rampan

Cerita anak-anak adalah cerita sederhana yang kompleks. Kesederhanaan itu ditandai oleh syarat wacananya yang baku dan berkualitas tinggi, namun tidak ruwet sehingga komunikatif. Di samping itu, pengalihan pola pikir orang dewasa kepada dunia anak-anak dan keberadaan jiwa dan sifat anak-anak menjadi syarat cerita anak-anak yang digemari. Dengan kata lain, cerita anak-anak harus berbicara tentang kehidupan anak-anak dengan segala aspek yang berada dan memengaruhi mereka.
Kompleksitas cerita anak-anak ditandai oleh strukturnya yang tidak berbeda dari struktur fiksi untuk orang dewasa. Dengan demikian, organisasi cerita anak-anak harus ditopang sejumlah pilar yang menjadi landasan terbinanya sebuah bangunan cerita. Sebuah cerita akar, menjadi menarik jika semua elemen kisah dibina secara seimbang di dalam struktur yang isi-mengisi sehingga tidak ada bagian yang terasa kurang atau terasa berlebihan.
Secara sederhana sebuah cerita sebenarnya dimulai dari tema. Rancang bangun cerita yang dikehendaki pengarang harus dilandasi amanat, yaitu pesan moral yang ingin disampaikan kepada pembaca. Namun, amanat ini harus dijalin secara menarik sehingga anak-anak tidak merasa membaca wejangan moral atau khotbah agama. Pembaca dihadapkan pada sebuah cerita yang menarik dan menghibur dan dari bacaan itu anak-anak (atau orang tua mereka) dapat membangun pengertian dan menarik kesimpulan tentang pesan apa yang hendak disampaikan pengarang. Umumnya, tema yang dinyatakan secara terbuka dan gamblang tidak akan menarik minat pembaca.
Pilar kedua adalah tokoh. Secara umum, tokoh dapat dibagi dua, yaitu tokoh utama (protagonis) dan tokoh lawan (antagonis). Tokoh utama ini biasanya disertai tokoh-tokoh sampingan yang umumnya ikut serta dan menjadi bagian kesatuan cerita. Sebagai tokoh bulat, tokoh utama ini mendapat porsi paling istimewa jika dibandingkan dengan tokoh-tokoh sampingan. Kondisi fisik maupun karakternya digambarkan secara lengkap, sebagaimana manusia sehari-hari. Di samping itu, sering pula dihadirkan tokoh datar, yaitu tokoh yang ditampilkan secara satu sisi (baik atau jahat) sehingga dapat melahirkan tanggapan memuja ataupun membenci dari para pembaca.
Penokohan harus (seharusnya) memperlihatkan perkembangan karakter tokoh. Peristiwa-peristiwa yang terbina dan dilema yang muncul di dalam alur harus mampu membawa perubahan dan perkembangan pada tokoh hingga lahir identifikasi pembaca pada tokoh yang muncul sebagai hero atau sebagai antagonis yang dibenci.
Pilar ketiga adalah latar. Peristiwa-peristiwa di dalam cerita dapat dibangun dengan menarik jika penempatan latar waktu dan latar tempatnya dilakukan secara tepat. Karena latar berhubungan dengan tokoh dan tokoh berkaitan erat dengan karakter. Bangunan latar yang baik menunjukkan bahwa cerita tertentu tidak dapat dipindahkan ke kawasan lain karena latarnya tidak dapat dipindahkan ke kawasan lain karena latarnya tidak menunjang tokoh dan peristiwa-peristiwa khas yang hanya terjadi di suatu latar tertentu saja. Dengan kata lain, latar menunjukkan keunikan tersendiri dalam rangkaian kisah sehingga mampu membangun tokoh-tokoh spesifik dengan sifat-sifat tertentu yang hanya ada pada kawasan tertentu itu. Dengan demikian, tampak latar memperkuat tokoh dan menghidupkan peristiwa-peristiwa yang dibina di dalam alur, menjadikan cerita spesifik dan unik.
Alur merupakan pilar keempat. Alur menuntut kemampuan utama pengarang untuk menarik minat pembaca. Dengan sederhana alur dapat dikatakan sebagai rentetan peristiwa yang terjadi di dalam cerita.
Alur dapat dibina secara lurus, di mana cerita dibangun secara kronologis. Peristiwa demi peristiwa berkaitan langsung satu sama lain hingga cerita berakhir. Alur juga dapat dibangun secara episodik, di mana cerita diikat oleh episode-episode tertentu, setiap episodenya ditemukan gawatan, klimaks, dan leraian. Khususnya pada cerita-cerita panjang, alur episodik ini dapat memberi pikatan karena keingintahuan pembaca makin dipertinggi oleh hal-hal misterius yang mungkin terjadi pada bab selanjutnya. Alur juga dapat dibangun dengan sorot balik atau alur maju (foreshadowing). Sorot balik adalah paparan informasi atau peristiwa yang terjadi di masa lampau, dikisahkan kembali dalam situasi masa kini, sementara "foreshadowing" merupakan wujud ancang-ancang untuk menerima peristiwa-peristiwa tertentu yang nanti terjadi.
Sebuah cerita tidak mungkin menarik tanpa peristiwa dan konflik. Peristiwa-peristiwa yang terjadi menimbulkan konflik tertentu, seperti konflik pada diri sendiri (person-against-self); konflik tokoh dengan orang lain (person-against-person); dan konflik antara tokoh dan masyarakat (person-against-society). Dengan alur yang pas karena peristiwa-peristiwa yang sinkronis dengan konflik umumnya meyakinkan pembaca anak-anak dan hal itulah yang membawa mereka senang, takut, sedih, marah, dan sebagainya. Dengan bantuan bahasa yang memikat, anak-anak merasa senang untuk terus membaca.
Pilar kelima adalah gaya. Di samping pilar-pilar lainnya, gaya menentukan keberhasilan sebuah cerita. Secara tradisional dikatakan bahwa keberhasilan sebuah cerita bukan pada apa yang dikatakan, tetapi bagaimana mengatakannya. Kalimat-kalimat yang enak dibaca; ungkapan-ungkapan yang baru dan hidup; suspense yang menyimpan kerahasiaan; pemecahan persoalan yang rumit, namun penuh tantangan, pengalaman-pengalaman baru yang bernuansa kemanusiaan, dan sebagainya merupakan muatan gaya yang membuat pembaca terpesona. Di samping sebagai tanda seorang pengarang, gaya tertentu mampu menyedot perhatian pembaca untuk terus membaca. Bersama elemen lainnya seperti penggunaan sudut pandang yang tepat, pembukaan dan penutup yang memberi kesan tertentu, gaya adalah salah satu kunci yang menentukan berhasil atau gagalnya sebuah cerita.
Diambil dan diedit seperlunya dari: 
Judul buku : Teknik Menulis Cerita Anak
Judul artikel: Dasar-Dasar Penulisan Cerita Anak
Penulis : Korrie Layun Rampan
Penerbit : Pink Books, Pusbuk, dan Taman Melati, Yogyakarta 2003
Halaman : 89 -- 94
Kamis, April 05, 2012 | 0 komentar | Read More

Dasar-Dasar Jurnalistik

Dasar-Dasar Jurnalistik

http://pelitaku.sabda.org/files/jurnalistik.jpg?1320041163
Pesatnya kemajuan media informasi dewasa ini cukup memberikan kemajuan yang signifikan. Media cetak maupun elektronik pun saling bersaing kecepatan sehingga tidak ayal bila si pemburu berita dituntut kreativitasnya dalam penyampaian informasi. Penguasaan dasar-dasar pengetahuan jurnalistik merupakan modal yang amat penting manakala kita terjun di dunia ini. Keberadaan media tidak lagi sebatas penyampai informasi yang aktual kepada masyarakat, tapi media juga mempunyai tanggung jawab yang berat dalam menampilkan fakta-fakta untuk selalu bertindak objektif dalam setiap pemberitaannya.
Apa Itu Jurnalistik?
Menurut Kris Budiman, jurnalistik (journalistiek, Belanda) bisa dibatasi secara singkat sebagai kegiatan penyiapan, penulisan, penyuntingan, dan penyampaian berita kepada khalayak melalui saluran media tertentu. Jurnalistik mencakup kegiatan dari peliputan sampai kepada penyebarannya kepada masyarakat. Sebelumnya, jurnalistik dalam pengertian sempit disebut juga dengan publikasi secara cetak. Dewasa ini pengertian tersebut tidak hanya sebatas melalui media cetak seperti surat kabar, majalah, dsb., namun meluas menjadi media elektronik seperti radio atau televisi. Berdasarkan media yang digunakan meliputi jurnalistik cetak (print journalism), elektronik (electronic journalism). Akhir-akhir ini juga telah berkembang jurnalistik secara tersambung (online journalism).
Jurnalistik atau jurnalisme, menurut Luwi Ishwara (2005), mempunyai ciri-ciri yang penting untuk kita perhatikan.
a. Skeptis
Skeptis adalah sikap untuk selalu mempertanyakan segala sesuatu, meragukan apa yang diterima, dan mewaspadai segala kepastian agar tidak mudah tertipu. Inti dari skeptis adalah keraguan. Media janganlah puas dengan permukaan sebuah peristiwa serta enggan untuk mengingatkan kekurangan yang ada di dalam masyarakat. Wartawan haruslah terjun ke lapangan, berjuang, serta menggali hal-hal yang eksklusif.
b. Bertindak (action)
Wartawan tidak menunggu sampai peristiwa itu muncul, tetapi ia akan mencari dan mengamati dengan ketajaman naluri seorang wartawan.
c. Berubah
Perubahan merupakan hukum utama jurnalisme. Media bukan lagi sebagai penyalur informasi, tapi fasilitator, penyaring dan pemberi makna dari sebuah informasi.
d. Seni dan Profesi
Wartawan melihat dengan mata yang segar pada setiap peristiwa untuk menangkap aspek-aspek yang unik.
e. Peran Pers
Pers sebagai pelapor, bertindak sebagai mata dan telinga publik, melaporkan peristiwa-peristiwa di luar pengetahuan masyarakat dengan netral dan tanpa prasangka. Selain itu, pers juga harus berperan sebagai interpreter, wakil publik, peran jaga, dan pembuat kebijaksanaan serta advokasi.
Berita
Ketika membahas mengenai jurnalistik, pikiran kita tentu akan langsung tertuju pada kata "berita" atau "news". Lalu apa itu berita? Berita (news) berdasarkan batasan dari Kris Budiman adalah laporan mengenai suatu peristiwa atau kejadian yang terbaru (aktual); laporan mengenai fakta-fakta yang aktual, menarik perhatian, dinilai penting, atau luar biasa. "News" sendiri mengandung pengertian yang penting, yaitu dari kata "new" yang artinya adalah "baru". Jadi, berita harus mempunyai nilai kebaruan atau selalu mengedepankan aktualitas. Dari kata "news" sendiri, kita bisa menjabarkannya dengan "north", "east", "west", dan "south". Bahwa si pencari berita dalam mendapatkan informasi harus dari keempat sumber arah mata angin tersebut.
Selanjutnya berdasarkan jenisnya, Kris Budiman membedakannya menjadi "straight news" yang berisi laporan peristiwa politik, ekonomi, masalah sosial, dan kriminalitas, sering disebut sebagai berita keras (hard news). Sementara "straight news" tentang hal-hal semisal olahraga, kesenian, hiburan, hobi, elektronika, dsb., dikategorikan sebagai berita ringan atau lunak (soft news). Di samping itu, dikenal juga jenis berita yang dinamakan "feature" atau berita kisah. Jenis ini lebih bersifat naratif, berkisah mengenai aspek-aspek insani (human interest). Sebuah "feature" tidak terlalu terikat pada nilai-nilai berita dan faktualitas. Ada lagi yang dinamakan berita investigatif (investigative news), berupa hasil penyelidikan seorang atau satu tim wartawan secara lengkap dan mendalam dalam pelaporannya.
Nilai Berita
Sebuah berita jika disajikan haruslah memuat nilai berita di dalamnya. Nilai berita itu mencakup beberapa hal, seperti berikut.
1.    Objektif: berdasarkan fakta, tidak memihak.
2.    Aktual: terbaru, belum "basi".
3.    Luar biasa: besar, aneh, janggal, tidak umum.
4.    Penting: pengaruh atau dampaknya bagi orang banyak; menyangkut orang penting/terkenal.
5.    Jarak: familiaritas, kedekatan (geografis, kultural, psikologis).
Lima nilai berita di atas menurut Kris Budiman sudah dianggap cukup dalam menyusun berita. Namun, Masri Sareb Putra dalam bukunya "Teknik Menulis Berita dan Feature", malah memberikan dua belas nilai berita dalam menulis berita (2006: 33). Dua belas hal tersebut di antaranya adalah:
1.    sesuatu yang unik,
2.    sesuatu yang luar biasa,
3.    sesuatu yang langka,
4.    sesuatu yang dialami/dilakukan/menimpa orang (tokoh) penting,
5.    menyangkut keinginan publik,
6.    yang tersembunyi,
7.    sesuatu yang sulit untuk dimasuki,
8.    sesuatu yang belum banyak/umum diketahui,
9.    pemikiran dari tokoh penting,
10.  komentar/ucapan dari tokoh penting,
11.  kelakuan/kehidupan tokoh penting, dan
12.  hal lain yang luar biasa.
Dalam kenyataannya, tidak semua nilai itu akan kita pakai dalam sebuah penulisan berita. Hal terpenting adalah adanya aktualitas dan pengedepanan objektivitas yang terlihat dalam isi tersebut.
Anatomi Berita dan Unsur-Unsur
Seperti tubuh kita, berita juga mempunyai bagian-bagian, di antaranya adalah sebagai berikut.
1.    Judul atau kepala berita (headline).
2.    Baris tanggal (dateline).
3.    Teras berita (lead atau intro).
4.    Tubuh berita (body).
Bagian-bagian di atas tersusun secara terpadu dalam sebuah berita. Susunan yang paling sering didengar ialah susunan piramida terbalik. Metode ini lebih menonjolkan inti berita saja. Atau dengan kata lain, lebih menekankan hal-hal yang umum dahulu baru ke hal yang khusus. Tujuannya adalah untuk memudahkan atau mempercepat pembaca dalam mengetahui apa yang diberitakan; juga untuk memudahkan para redaktur memotong bagian tidak/kurang penting yang terletak di bagian paling bawah dari tubuh berita (Budiman 2005) . Dengan selalu mengedepankan unsur-unsur yang berupa fakta di tiap bagiannya, terutama pada tubuh berita. Dengan senantiasa meminimalkan aspek nonfaktual yang pada kecenderuangan akan menjadi sebuah opini.
Untuk itu, sebuah berita harus memuat "fakta" yang di dalamnya terkandung unsur-unsur 5W + 1H. Hal ini senada dengan apa yang dimaksudkan oleh Lasswell, salah seorang pakar komunikasi (Masri Sareb 2006: 38).
1.    Who - siapa yang terlibat di dalamnya?
2.    What - apa yang terjadi di dalam suatu peristiwa?
3.    WHERE - di mana terjadinya peristiwa itu?
4.    Why - mengapa peristiwa itu terjadi?
5.    When - kapan terjadinya?
6.    How - bagaimana terjadinya?
Tidak hanya sebatas berita, bentuk jurnalistik lain, khususnya dalam media cetak, adalah berupa opini. Bentuk opini ini dapat berupa tajuk rencana (editorial), artikel opini atau kolom (column), pojok dan surat pembaca.
Sumber Berita
Hal penting lain yang dibutuhkan dalam sebuah proses jurnalistik adalah pada sumber berita. Ada beberapa petunjuk yang dapat membantu pengumpulan informasi, sebagaimana diungkapkan oleh Eugene J. Webb dan Jerry R. Salancik (Luwi Iswara 2005: 67) berikut ini.
1.    Observasi langsung dan tidak langsung dari situasi berita.
2.    Proses wawancara.
3.    Pencarian atau penelitian bahan-bahan melalui dokumen publik.
4.    Partisipasi dalam peristiwa.
Kiranya tulisan singkat tentang dasar-dasar jurnalistik di atas akan lebih membantu kita saat mengerjakan proses kreatif kita dalam penulisan jurnalistik.
Sumber bacaan:
Budiman, Kris. 2005. "Dasar-Dasar Jurnalistik: Makalah yang disampaikan dalam Pelatihan Jurnalistik -- Info Jawa 12-15 Desember 2005. Dalam www.infojawa.org.
Ishwara, Luwi. 2005. "Catatan-Catatan Jurnalisme Dasar". Jakarta: Penerbit Buku Kompas.
Putra, R. Masri Sareb. 2006. "Teknik Menulis Berita dan Feature". Jakarta: Indeks.
Kamis, April 05, 2012 | 0 komentar | Read More